1. Biarkan yang di belakang tetap di belakang
Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu.
2. Muncul di acara pentingnya
Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan, kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon, atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang bermakna.
3. Jangan mencoba menjadi mata-mata
Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya, hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda.
4. Perhatikan sopan santun
Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda?


